Di sebuah studio balet di Brasil, seorang gadis muda pernah menghabiskan hingga 13 jam sehari berlatih. Keringat, disiplin keras, dan rasa sakit adalah bagian dari rutinitasnya. Saat itu, tak banyak yang membayangkan bahwa gadis bernama Luana Lopes Lara kelak akan meninggalkan panggung tari dan justru menari di panggung yang lebih besar: dunia teknologi dan keuangan global.
Kini, di usia 29 tahun, Lara dikenal sebagai miliarder perempuan termuda yang meraih kekayaannya sendiri. Kekayaan itu datang dari perusahaan teknologi yang ia bangun dari nol, dengan valuasi mencapai sekitar US$11 miliar atau setara Rp185 triliun.
Awal yang Tak Biasa
Perjalanan Lara menuju dunia bisnis tidaklah lurus. Ia memulai hidup profesionalnya sebagai penari balet. Setelah berlatih di sekolah balet Bolshoi di Brasil, Lara bahkan sempat tampil sebagai penari profesional di Austria.
Namun di balik ketertarikannya pada seni tari, Lara memiliki minat besar pada matematika dan teknologi—minat yang dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya. Keinginan itu akhirnya membawanya ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat untuk mempelajari ilmu komputer.
Di kampus inilah titik balik hidupnya dimulai.
Ide dari Kamar Asrama
Di MIT, Lara bertemu dengan rekannya Tarek Mansour. Dari diskusi dan eksperimen ide di lingkungan kampus, keduanya kemudian mendirikan perusahaan teknologi bernama Kalshi pada 2018.
Kalshi mengembangkan konsep prediction market—sebuah platform yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa di masa depan, seperti hasil pemilu, kondisi ekonomi, atau peristiwa global lainnya.
Ide itu sempat menghadapi berbagai hambatan, termasuk tantangan regulasi dari otoritas pasar keuangan di Amerika Serikat. Namun setelah melewati proses panjang, platform tersebut akhirnya mendapatkan izin operasi dan mulai berkembang pesat.
Melonjak Menjadi Raksasa Teknologi
Pertumbuhan Kalshi terbilang cepat. Dalam beberapa tahun saja, perusahaan ini berhasil menarik minat investor besar dan mendapatkan pendanaan miliaran dolar.
Lonjakan pendanaan tersebut membuat valuasi Kalshi melejit hingga sekitar US$11 miliar. Dengan kepemilikan saham sekitar 12 persen di perusahaan itu, kekayaan pribadi Lara diperkirakan mencapai US$1,3 miliar.
Capaian ini menempatkan Lara sebagai miliarder perempuan termuda yang membangun kekayaan sendiri, melampaui sejumlah tokoh muda lainnya dalam daftar orang kaya dunia.
Dari Disiplin Balet ke Dunia Startup
Bagi Lara, pengalaman masa kecil di dunia balet justru menjadi fondasi penting dalam membangun bisnis.
Latihan keras, disiplin tinggi, serta ketahanan menghadapi tekanan membuatnya terbiasa menghadapi tantangan besar. Sikap itu pula yang membantunya melewati masa-masa sulit saat membangun perusahaan teknologi yang pada awalnya bahkan belum memiliki produk siap pakai selama bertahun-tahun.
Namun risiko tersebut akhirnya terbayar.
Dari sebuah ide sederhana di bangku kuliah, Lara kini memimpin perusahaan bernilai ratusan triliun rupiah—membuktikan bahwa perjalanan menuju kesuksesan kadang lahir dari jalan yang tak terduga.







