Banda Aceh – Pemerintah pusat mulai menguji model baru pemberdayaan usaha kecil melalui program Pasar 1001 Malam di Kota Banda Aceh. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menilai inisiatif tersebut dapat menjadi salah satu jalan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sebuah pesan video yang diputar pada pembukaan festival di Banda Aceh, Muhaimin mengatakan proses pemulihan ekonomi di wilayah tersebut masih terus berjalan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga di Aceh.
Program Pasar 1001 Malam digagas sebagai ruang usaha baru bagi pelaku UMKM yang sering menghadapi kendala klasik: keterbatasan akses pasar dan mahalnya biaya sewa tempat usaha. Melalui program ini, pemerintah mendorong pemanfaatan aset yang belum dimanfaatkan secara optimal—baik milik pemerintah, BUMN, maupun pihak swasta—untuk dijadikan lokasi usaha sementara bagi pelaku UMKM.
Festival yang berlangsung pada 11–13 Maret 2026 itu memanfaatkan area lahan eks Hotel Aceh di sekitar kawasan pusat kota. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan ruang tersebut untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner hingga kerajinan lokal. Pemerintah berharap ruang usaha seperti ini dapat membuka akses ekonomi baru bagi pelaku usaha kecil yang selama ini belum memiliki tempat berdagang tetap.
Bagi pemerintah, program ini tidak sekadar kegiatan pasar temporer. Konsep Pasar 1001 Malam juga dirancang sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta komunitas pelaku usaha. Dalam konteks pemulihan ekonomi pascabencana di Aceh, model ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah pejabat daerah menyambut baik program tersebut. Pemerintah Aceh menilai kegiatan seperti Pasar 1001 Malam dapat menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali ekonomi rakyat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah proses pemulihan pascabencana.
Muhaimin berharap konsep ini tidak berhenti sebagai acara festival semata. Jika terbukti efektif, model pasar berbasis pemanfaatan aset publik itu akan diperluas ke berbagai daerah lain sebagai bagian dari strategi nasional pemberdayaan UMKM.







